PENANGANAN BENCANA ALAM

Dalam beberapa minggu terakhir, cuaca menjadi sangat tidak menentu. Curah hujan yang tinggi di kawasan pegunungan mengakibatkan banjir yang cukup besar di daerah aliran sungai Bone-Bone. Bahkan beberapa hari terakhir, curah hujan tinggi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat di Sekitar Daerah Aliran Sungai Bone-Bone.

Dalam melihat situasi tersebut, ada beberapa warga yang tinggal di area dusun Sidorejo Desa Sidomukti terutama di jalan sungai, mulai melaporkan ke Pemerintah Desa terkait situasi yang mereka alami sebagai warga yang tinggal dan bermukim di jalan sungai yang dulu jauh dari Daerah aliran Sungai Bone-Bone. Mereka sangat khawatir melihat keadaan sungai yang meluas  ke area Pemukiman mereka, menggerus dan semakin dekat ke pemukiman.

Setidaknya ada 3 rumah yang terancam akibat banjir dari sungai bone-bone ini. Meskipun sesunggunya telah ada satu rumah yang terpaksa di pindahkan dari area tersebut, karena telah tergerus oleh banjir besar yang terjadi beberapa tahun lalu.

Oleh sebab itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang bisa menjadi solusi untuk penanganan dan pencegahan tergerusnya pemukiman warga oleh banjir di aliran sungai. Untuk memindahkan tentu tidak mungkin, karena rumah warga telah dibanguan secara permanen. Bahkan mereka telah berpuluh tahun menempati area tersebut, dan memang tanah tersebut dulu bukan daerah aliran sungai.

"kami berharap bantuan penanganan banjir ini segera dapat dilaksanakan karena kami takut di banjir berikutnya, akan lebih besar dan meruntuhkan rumah kami" (Bapak Hardi)


Dalam unggahan sosial media salah satu warga juga telah mengeluhkan ke khawatiran mereka akan mepetnya daerah aliran sungai dengan pemukiman miliknya. Dalam unggahan yang telah mendapat tanggapan dari beberapa warga juga yang berharap akan segera ada tindakan dari pemerintah setempat.

Menanggapi aduan dan keluh kesah warga tersebut, Kepala desa sidomukti bapak SUMIRAT,SP segera kembali berkoordinasi dengan Pemda terkait penanganan banjir yang menjadi bencana tahunan di desa Sidomukti.

"Tentu ini sangat urgent dan harus segera di tangani, mengingat ini menyangkut hajat hidup masyarakat, keamanan dan kenyamanan warga kami" ungkap nya

Ditahun 2024 pemerintah Desa Sidomukti juga telah berkolaborasi dengan Pemda Luwu Utara melalui Dinas PUPR ,terkait normalisasi sungai Bone-bone ini. Pada saat itu di bangun tanggul sementara di area yang sekarang di laporkan warag. Tanggul sepanjang 500 meter tersebut di kerjakan kurang lebih selama 7 hari. Namun sangat disayangkan, karena banjir besar dan juga material tanggul yang berupa pasir dan tanah sehingga tidak bisa bertahan lama.

Pada kunjunganya bersama BPBD luwu utara dan Dinas PUTRPKP2 Luwu Utara beserta Polri dan TNI, Kepala Desa Sidomukti mengajukan penanganan jangka panjang untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini.

"Konsep penangananya harus jangka panjang, jangan lagi hanya tanggul sementara. Bisa di tanggul yang lebih besar dan luas sehingga nanti kita bisa programkan penanaman bambu dan kayu besar untuk meminimalisir abrasi aliran sungai"

Dalam kunjungan ini BPBD Luwu Utara juga bersedia untuk segera menurunkan alat Pemda dari Dinas PUTRPKP2 untuk menangani keadan di DAS Bone-Bone.

"Kita upayakan untuk segera menurunkan alat dari pemda , kemungkinan dua unit agar pekerjaan nya bisa cepat dan efisien.''

 Kita semua berharap bencana Banjir tidak lagi menjadi langganan yang memakan banyak kerugian bahkan korban jiwa. Oleh karena itu kerjasama warga dan pemerintah diharapkan mampu saling menguatkan untuk menjaga dan mencegah banjir berkelanjutan.

"Saya berterimakasih kepada bapak-bapak sekalian yang telah berkujung dan berkomitmen untuk menangani banjir di area desa kami, saya juga telah berkoordinasi dengan anggota dewan ANASDI (Gerindra) untuk permohonan Bronjong ke Provinsi karena memang perlu penanganan jangka panjang agar kita tidak selalu merasa khawatir"




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLT Dana Desa Sidomukti 2026

Koordinasi Solusi Petani